Umum

Ramadhan Penuh Makna, MAN 2 HSU Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Admin Admin Sekolah
24 February 2026
29x dibaca
Ramadhan Penuh Makna, MAN 2 HSU Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Amuntai (MAN 2 HSU) – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H dengan kegiatan yang bermakna, MAN 2 HSU tetap melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menerapkan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta. Konsep ini menekankan pembelajaran yang humanis, penuh empati, serta mengedepankan nilai kasih sayang dan pembinaan karakter. Selasa (24/02/2026).

Selama Ramadhan, suasana pembelajaran di kelas dikemas lebih reflektif dan inspiratif. Guru tidak hanya menyampaikan materi akademik, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai spiritual, akhlak mulia, serta keteladanan. Dengan pendekatan ini, peserta didik diajak untuk belajar dengan hati, membangun kesadaran diri, serta memperkuat hubungan yang harmonis antara guru dan siswa.

Plt. Kepala MAN 2 HSU, Irwan menyampaikan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di bulan Ramadhan menjadi momentum penting dalam membentuk karakter peserta didik secara utuh.
“Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami ingin memastikan bahwa proses belajar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, empati, dan sikap saling menghargai. Inilah esensi pendidikan yang sesungguhnya." Kata Irwan.

Sementara itu, salah satu guru yang mengajar, Normaya, mengungkapkan bahwa pendekatan ini membuat suasana kelas lebih hangat dan komunikatif.
“Dengan pendekatan berbasis cinta, siswa lebih terbuka dan nyaman dalam belajar. Kami berusaha menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kebaikan, kesabaran, dan saling menghormati, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini." Kata Normaya.

Melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta selama Ramadhan, MAN 2 HSU berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual, sehingga siap menjadi pribadi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Bagikan artikel ini: